Internet Makin Cepat, Remaja Makin Lambat






Time is money itulah istilah bagi orang-orang yang bisa memanfaatkan waktu luangnya dengan baik. Waktu adalah pedang, jika kamu tidak memotongnya maka dia yang akan memotongmu. Maksudnya, waktu akan terasa cepat bagi orang yang melalaikannya tapi bagi orang yang memanfaatkannya dengan baik maka dia mendapatkan keuntungan dari hal tersebut.


Menilik dari pengamatan, sering di temukan remaja yang menyia-nyiakan waktu ketika jam kosong. Contohnya mereka melakukan hal yang sia-sia seperti, tidur di kelas, membicarakan hal yang tidak berhubungan dengan mata pelajaran, bermain ponsel, dsb.


Ponsel layaknya candu bagi remaja saat ini, apalagi teknologi semakin canggih, koneksi internet makin cepat, dan sekolah menyediakan fasilitas wifi untuk menunjang pembelajaran siswa-siswinya. 
Namun, hal ini di salah gunakan oleh mereka yang lebih tertarik mencari hal-hal yang sedang viral di media sosial daripada mencari informasi yang berhubungan dengan pelajaran. Bagi mereka internet layaknya pacar yang tidak bisa jauh, tidak bisa di pisahkan, dan harus selalu ada. Jika tak ada internet dunia bagaikan hitam putih yang tak ada warnanya sama sekali.


Ketergantungan remaja pada internet, membuat mereka tidak bisa berkreativitas, terbiasa melakukan pelagiarisme, sehingga potensi mereka terlupakan akibat sering mengakses hal-hal yang tak perlu di internet dan tak bisa memanfaatkan waktu luang dengan baik.


Sebenarnya banyak sekali hal-hal yang bisa di lakukan saat waktu luang. Misalmnya, mencari artikel pelajaran, belajar online, mengerjakan tugas, berdiskusi tentang pelajaran, dan hal-hal lainnya yang bermanfaat dan bisa memberi efek positif bagi diri sendiri maupun orang lain. Selain itu, ketika kita memanfaatkan waktu luang dengan baik kita bisa mengenali potensi diri sendiri dan bisa di jadikan media untuk pengembangan diri.


Bisa di simpulkan, bahwa ketergantungan remaja pada internet mengakibatkan waktu luang yang bisa di manfaatkan menjadi terbuang sia-sia. Solusinya,kita harus mengarahkan mereka untuk lebih mengutamakan eksistensi dunia nyata seperti melakukan aktivitas fisik atau berolahraga, melakukan hobi yang memperluas wawasan sehingga mereka menjadi produktif dan terbiasa mengisi waktu luang dengan hal-hal yang bermanfaat.






Di susun oleh,
Euis Santika dan Lieken Febrina Tri Andoro

Komentar